RSS

Tiada Hari Esok

24 Agu

wp-1472031153380.jpg

Dari tema Thread mungkin sudah bisa ditebak inti dari post ini. Seringkali kita sebagai manusia memiliki rasa ragu, bimbang dan takut terhadap masa depan… apakah kita sudah melakukan yang terbaik? Bagaimana kita berkeluarga nanti? Dan lain sebagainya… 

        Manusia hidup dalam tiga zona waktu, yaitu mada lalu, masa sekarang dan masa depan. Masa lalu adalah waktu dimana kita telah mencetak berbagai keberhasilan, kegagalan, kebodohan yang akhirnya akan menjadi sejarah dalam kehidupan kita. Kadang banyak penyesalan yang timbul dan terus terbawa sampai ke masa depan. Orang beranggap bahwa masa lalu adalah momok (hantu), aib yang terus menempel dan tak bisa dilupakan. Sesungguhnya masa lalu adalah sahabat kita yang terus mendorong kita menapak masa depan, ketika kita menyadari hal itu maka halangan akan keberhasilan, keberuntungan akan terbuka semakin lebar.

Masa depan adalah misteri, tidak ada yang tahu akan jadi apa kita di masa depan, bahkan 1 menit kedepanpun kita tidak akan tahu. Walaupun ada sebagian orang yang mempunyai talenta, bakat untuk membuka lembaran jalan langit sehingga bisa memprediksi atas apa yang terjadi, sesungguhnya sayaberitahukan bahwa jalan masa depan seseorang adalah ribuan jalan, jalan mana yang dia ambil akan menemukan kembali percabangan jalan dan seterusnya. Jadi, ketika seorang master telah memprediksi sesuatu, sebenarnya dia hanya membuka 1 jalan dari ribuan jalan yang tersedia, kalau kita mengikuti jalan itu maka masa depan mungkin segaris seperti yang master itu ungkap.

Ketika kita sudah paham akan masa lalu dan masa depan, maka seharusnya kita tidak perlu ambil pusing. Kita hidup di waktu sekarang, detik sekarang, dimana seluruh panca indera kita berfungsi sebagaimana seharusnya. Kita berusaha, berdoa dan bekerja, kitalah yang menyusun masa depan kita, akan jadi apa kita kedepannya, namun tidak saya pungkiri bahwa kekuatan spiritual, kekuatan tidak terlihat yang turut menyusun alam semesta turut berperan dalam kehidupan kita. Kita sebagai manusia yang hampir sempurna dengan segala kekurangannya hanyalah sebesar sepermilliar dari debu- debu semesta, apa yang kita banggakan? Kita hidup di bumi, bumi memiliki kehidupan tidak hanya manusia, hewan dan tumbuhan tapi sesuatu yang tidak nampak pula.

Hiduplah seperti air mengalir dengan sebaik-baiknya tanpa melupakan dimana kita hidup dan berpijak.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 24, 2016 in Spiritual

 

Tag: , , , , , , ,

Let's discuss with another...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: