RSS

PAHALA

27 Jun

        Pahala mungkin bisa disama artikan berkat, rejeki atau lebih tepatnya karma baik dari perbuatan baik seseorang. Bagi yang sudah membaca thread sebelumnya tentang Liao Fan ,cerita itu menggambarkan Pahala tersebut. Ada istilah seperti berikut :

Orang yang berbuat baik, walaupun rejeki belum tiba, tetapi bencana sudah menjauhinya.
Orang yang berbuat jahat, walaupun bencana belum tiba, tetapi rejeki sudah menjauhinya.

Sudah sangat jelas pengertian diatas, itu adalah siklus karma, apa yang diperbuat manusia maka itu yang akan dituainya suatu saat. Dalam semua ajaran baik sebuah agama maupun aliran kepercayaan, perbuatan baik adalah salah satu ajaran yang diterapkannya, walaupun perbuatan baik yang diartikan setiap aliran atau agama tersebut berbeda satu dan lainnya, bahkan ada yang menyimpulkan sebuah kejahatan adalah salah satu kebaikan dalam ajarannya. Hitam putih hanya dibatasi oleh sebuah benang tipis yang kasat mata, pikiran dan kebajikan seseoranglah menjadi benang tipis dan rapuh tersebut dimana mereka harus menyaring segala informasi dari luar untuk dijadikan pengetahuan dan mempraktekannya dalam kehidupan mereka.

Kalau dalam pelajaran sekolah, teori Berbuat baik merupakan pelajaran yang sangat mudah, namun praktek nya lebih sulit daripada menghafal rumus kimia. Ketika orang akan melakukan suatu perbuatan ada 3 hal yang bekerja dalam diri manusia yaitu pikiran, hati dan tubuh. Pikiran mereka akan mengelola secara logika apakah perbuatan yang mereka lakukan adalah baik atau buruk, Hati merupakan instuisi bawaan seseorang dimana mengesampingkan pemikiran logika dari pikiran dan akhirnya adalah tubuh yang akan bergerak mengikuti salah satu perintah pikran atau hati yang di wujudkan dalam suatu perbuatan nyata.

pahalaLalu apakah takaran dari perbuatan baik sehingga bisa menghasilkan pahala? Pahala bukan sesuatu hal yang bisa diraih dengan adanya pemikiran suatu imbalan, perbuatan dengan mengharapkan imbalan adalah sama hal nya perdagangan barter, pahala tidak mengenal barter, dia akan datang sendiri dengan menilai perbuatan seseorang dalam kehidupannya sehari- hari. Berbuat baik bukanlah suatu perbuatan besar yang harus terekspos oleh publik, tapi bisa dimulai dari suatu hal yang kecil, dalam kehidupan sehari- hari, lingkungan keluarga dan hubungan sosial. Tidak ada kebaikan tanpa adanya suatu tindakan, orang yang yang selalu berbicara manis seolah- olah akan memberikan segala sesuatu yang dia punya, tapi dalam tindakannya tidak ada satupun yang menggabarkan semanis ucapannya, sama saja dia adalah seorang penipu, penjahat yang hanya memanfaatkan orang lain dengan mengumbar janji manis. Orang bijak selalu mengatakan untuk bergaul dengan orang baik dan menjauhi orang jahat, karena pikiran mudah dipengaruhi dan tubuh lebih senang mengikuti intruksi sang pikiran.

Rejeki memiliki kaki 4 dan manusia hanya 2 kaki, semakin kita kejar rejeki tersebut semakin jauh dia, karena larinya lebih cepat dari kita. Namun ketika kita tidak mengejarnya dan melakukan banyak perbuatan baik, dia akan datang dengan sendirinya menghampiri kita. Dalam ilmu metafisika dan Feng Shui tidak ada cara menghasilkan rejeki, tetapi ada tahapan cara mendekatkan rejeki tersebut pada kita.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 27, 2016 in Life, Motivation, Spiritual

 

Tag: , , , , , , , , , , , , ,

Let's discuss with another...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: